Dengan waktu jarak tempuh kurang lebih
dua jam dengan sepeda motor dari daerah saya. Melewati lembah, mendaki
gunung, yah seperti lagu sound tracknya ninja hatori
. Sepanjang jalan, pegunungan serta jalan yang berkelok-kelok selalu
jadi sahabat dalam menuju pantai. Dengan bibir pantai yang sangat
panjang, serta ombak yang tidak terlalu besar, serta bau khas pantai
yaitu bau ikan laut yang di jemur menambah serunya dalam ber-wisata
.
Waktu akhir pekan ramai dengan
pengunjung yang mandi ataupun sekedar jalan-jalan serta bermain air di
tepi pantai. Di sekitar pantai juga banyak para pedagang yang menjual
cindera mata, seperti batu akik, asesoris wanita. Selain itu juga tidak
ketinggalan wisata kulinernya yaitu, tuna goreng, udang goreng, serta
sale pisang.
Ditepi pantai terpasang spanduk besar dari pengelola wisata pantai teleng ria yang bertulis “Awas ubur-ubur beracun”.
Dan memang benar, ketika saya mencoba menyusuri pantai, banyak tersapat
ubur-ubur yang terdampar di pasir pantai, tapi kalau kita tidak dengan
jeli melihatnya kita tidak akan tahu, karena warnanya yang bening
seperti air laut. Jadi harus hati-hati jika kita mandi ataupun mandi di
pantai, karena ini seperti yang pengelola peringatkan adalah ubur-ubur
beracun
.
No comments:
Post a Comment