Wednesday, November 13, 2013

Pengamen Sombong Kena Batunya

Menulis dengan tema pengemis atau pengamen memang seru dan tidak ada habisnya. Artikel saya kali masih tentang pengamen. Ini adalah kejadian nyata yang pernah dilihat sama suami beberapa tahun lalu, memang sudah agak lama tapi masih seru kayaknya kalau di-share di sini.




Menurut suami saya, pengamen di jalanan itu bisa dibedakan menjadi beberapa tingkatan atau kasta. Tingkatan itu berdasarkan dari alat musik yang dipakainya, masih menurut suami, kasta itu dari yang tertinggi sampai yang rendah adalah sebagai berikut:

1. Yang pertama adalah kasta yang paling tinggi yaitu pengamen yang terdiri lebih dari satu orang dengan memakai alat musik yang beragam, seperti gitar, biola, gendang sampai galon aqua. Kelihatan sekali kalau mereka ini serius sekali dan kelihatan profesional dalam perngamenan.

2. Yang kedua adalah kasta yang lebih rendah dari yang pertama, biasanya terdiri dari satu orang atau lebih dengan memakai alat musik gitar saja. Memang gitar adalah ’senjata’ utama para pengamen. Fenomena baru para pengamen sekarang adalah dengan membawa alat karaoke, menurut suami ini masih bisa dikategorikan kasta yang kedua.

3. Yang ketiga adalah kasta yang yang lebih tinggi setingkat dari kasta terendah. Biasanya pengamen ini menggunakan alat musik seadanya seperti kotak yang diberi tali karet atau ban yang difungsikan layaknya bass, atau hanya memakai beberapa tutup botol yang dipaku pada sebuah kayu, yang berfungsi sebagai kecrekan untuk mengiringi dia bernyanyi. Biasanya di sini pengamen modal kecrekan tutup botol dilakukan oleh ibu-ibu sambil menggendong anak kecil/bayi.

4. Yang keempat adalah pengamen kasta terendah. Dia tidak membawa alat musik, tetapi memanfaatkan secara maksimal kedua telapak tangannya untuk bertepuk-tepuk sehingga menimbulkan bunyi tertentu yang dipergunakannya mengiringi dia menyanyi.

Nah kejadian yang akan ditulis ini menimpa seorang pengamen dengan kasta no 4 itu.

Karena motor yang mulai rewel pada hari kejadian beberapa tahun lalu itu, suami membawa motor ke bengkel langganan. Di tengah-tengah montir sedang nyervis itu mampirlah seorang pengamen (sendirian) yang bernyanyi sambil menepuk-nepuk kedua telapak tangannya. Pengamen itu masih muda, usia 25-an tahun dengan memakai kaus oblong dan celana panjang blue jean sobek-sobek. Rambut dicat pirang. Sebelum lagu habis montir yang juga pemilik bengkel itu masuk ke dalam dan memberi uang logam kepada pengamen itu.

Entah apa yang diucapkan pengamen itu, setelah menerima uang sambil bergumam lirih pengamen itu berlalu dan seperti sengaja dia menjatuhkan uang logam yang ternyata senilai 200 perak. Uang itu menggelinding dan masuk ke selokan pinggir jalan.

Melihat itu, pak montir tersinggung dan langsung menghampiri pengamen yang belum pergi jauh, tangan kanan memegang kunci inggris dan tangan kirinya mencengkeram kerah baju pengamen tadi sambil berujar, “Cari dan ambil uang tadi sampai ketemu, dan balikin ke aku sebelum kamu aku pukul pake kunci inggris ini,” katanya mengancam.

“Aku susah-susah cari uang, kamu yang tinggal ngatungin tangan aja berlagak sombong buang-buang uang yang dikasihkan,” tambah Pak Montir

Peristiwa itu tentu saja mendapat perhatian orang banyak, bahkan beberapa tukang ojek yang mangkal di sekitar bengkel itu juga pada geram dan bahkan ada yang mau memukuli pengamen sombong itu, tapi untung saja dicegah sama Pak Montir.

Akhirnya pengamen sombong itu menjadi tontonan ketika dia ngubek-ubek selokan mencari koin, karena beberapa lama mencari tidak ketemu dan merasa kasihan pengamen itu akhirnya disuruh pergi.

Kena batunya pengamen ini, mungkin karena merasa mencari uang itu gampang, sehingga dia menolak pemberian orang yang hanya 200 perak. Tapi sayangnya penolakannya sangat tidak etis dan sangat sombong dengan membuang uang itu.

Di jaman serbasusah dan serbamahal ini, seringkali orang mencari uang dengan cara-cara yang instan. Dengan usia masih muda dan berbadan sehat, lebih memilih menjadi pengamen atau pengemis daripada pekerjaan lain yang lebih bermartabat hanya gara-gara dengan modal tangan mengatung sudah bisa meraup ratusan ribu bahkan jutaan dalam sehari.

Tapi masih ada juga seorang pengamen/pengemis yang sudah meminta tetapi menolak pemberian karena merasa kecil pemberian orang tersebut. Untuk orang-orang seperti ini memang kadang perlu dikasih pelajaran seperti kasus di atas.
 
Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/526691f3feca17473f000005 

Sunday, November 3, 2013

Marketing Communication yang kebablasan? Sharing cerita tentang Qnet

Saya ucapkan terima kasih kepada saudara Wahyu Riyadi yang sudah menuliskan pengalamanya mengenai Penipuan Qnet ini, Kemudian saya merasa terpanggil untuk ikut menyebarkan informasi yang berharga ini kepada publik ,dengan harapan semoga dapat menjadi peringatan bagi saudara saudara kita, agar tidak jatuh korban yang lebih banyak lag. 
Sumber :
:http://wahyuriyadi.blogspot.com/2008/10/menggapai-dolar-di-bumi-trenggalek.html?commentPage=2 , 

Pernahkah anda diajak oleh teman, kerabat atau tetangga untuk ikut ke daerah pedalamana di Jawa timur. Tepatnya ke desa Karangan, kabupaten Trenggalek. Anda tidak diberitahu mau apa nanti disana. Anda hanya diberitahu bahwa disana ada suatu proyek yang sangat menguntungkan. Biaya transportasi dan akomodasi semua ditanggung. Anda hanya tinggal ikut. Dan jika anda memutuskan ikut, saya sudah tau apa yang akan anda alami di sana.
Setelah tiba disana, anda akan diantar ke sebuah bangunan megah bak istana. Bangunan yang membuat anda kagum sekaligus heran. Heran karena ditengah-tengah desa terpencil terdapat suatu rumah mewah yang kontras sekali dengan lingkungan sekitar. Bangunan yang mencolok mata.
Rumah mewah di tengah pedalaman Trenggalek
Ya.. ‘Mencolok’.. bukan menyolok. Karena terasa dipaksakan untuk menarik perhatian. Seolah sengaja disorongkan ke depan mata dengan kasar. Rumah mewah tersebut milik Bapak Tri Hartono, salah seorang warga yang menjadi jutawan setelah menekuni ‘proyek’ yang disebutkan teman anda. Mobil mewahnya berbaris dihalaman depan.
Tidak hanya rumah mewah. Disana juga terdapat satu aktivitas yang tidak lumrah ada di tengah desa terpencil. Aktivitas yang membuat ratusan bahkan ribuan orang datang berduyun-duyun dari seluruh pelosok Indonesia. Termasuk juga dari kota besar seperti Jakarta dan Bogor. Bahkan dari Sumatera dan Kalimantan.
Mobil mewah berjejer di halaman depan
Orang-orang yang datang dari luar daerah dan dari tempat yang jauh, akan dipersilahkan istirahat di tempat yang telah disediakan. Disana juga diberikan makanan dan minuman. Semuanya gratis.
Baru keesokan harinya, anda beserta semua tamu akan dikumpulkan di suatu gedung. Semacam gedung pertemuan balai desa. Disana akan dijelaskan tentang tujuan sebenarnya. Tentang pekerjaan yang ditawarkan. Tentang profile perusahaan. Tentang Questnet (QN).

Ya.. nama perusahaan tersebut adalah Questnet Ltd.

Saya yakin anda pernah mendengarnya. Apalagi bagi orang-orang yang akrab dengan internet. Karena sangat banyak berita kontroversi mengenai perusahaan ini. Dari mulai cerita kesuksesan, fenomena QN, sampai pada berita yang negatif. Penipuan, panangkapan anggota QN, dan pelarangan QN di beberapa negara. Jelasnya, silahkan anda searching sendiri melalui Google, Yahoo, atau mesin pencari lainnya.
Bagian luar gedung pertemuan tempat calon member 'diprospek'
Bagian dalam gedung (dari belakang)Bagian dalam gedung (dari depan). Perhatikan para peserta, sebagian besar adalah orang desa.
Questnet (QN) dikenal juga dengan nama Goldquest. Berkantor pusat di Hongkong. Sejenis Multi Level Marketing (MLM). Namun berbeda dengan MLM lainnya, QN tidak memasarkan produk. Produk dibeli hanya sebagai syarat untuk menjadi member. Setelah itu sudah. Tidak ada kewajiban untuk membeli produk kembali.

Bisnis MLM umumnya mewajibkan anggotanya untuk membeli produk dan kemudian menjualnya lagi untuk mendapatkan poin. Semakin banyak produk yang diperjualbelikan, semakin tinggi poin didapatkan. Poin digunakan untuk mendapatkan komisi dan kenaikan level.

Hal ini tidak terjadi dalam QN. Pada QN, setelah membeli produk, seseorang akan mendapatkan TCO (Tracking Center Owner) berikut nomor id member. Nah.. Agar mendapatkan komisi (dalam dolar US), orang tersebut wajib mengajak orang lain untuk membeli produk dan bergabung dengan QN.

Untuk satu orang yang berhasil diajak bergabung dihargai $ 41.6. Tapi tidak sesederhana itu. Ada mekanisme khusus dalam prosedur perhitungan dan perekrutan anggota baru. Seorang member wajib mencari dua orang anggota baru yang ditempatkan di kanan dan kiri. Dua orang anggota baru tesebut juga diwajibkan merekrut angota baru lainnya. Kedua sisi kiri dan kanan harus seimbang dengan kelipatan minimal 3 orang. Jadi komisi diberikan jika disebelah kiri terdapat 3 orang dan di kanan juga terdapat 3 orang. Total 6 orang.

Secara sederhana, seorang member (katakanlah A) memperoleh dua orang anggota baru yang akan menjadi downline-nya (katakan B dan C) yang akan ditempatkan di kiri dan kanan. A baru akan mendapat komisi jika B dan C telah berhasil merekrut dua orang lagi. Sehingga disebelah kiri terdapat 3 orang (B berikut dua orang rekrutannya) dan sebelah kanan 3 orang (C berikut dua orang rekrutannya). Total 6 orang. Karena satu orang dihargai $ 41.6, maka komisi yang didapat A adalah $ 250 (6 x $ 41.6).

Jadi tugas dari member QN hanyalah mencari anggota baru sebanyak mungkin dan bukan menjual produk. Dan karena hal ini, QN sebenarnya kurang tepat jika disebut sebagai MLM. Sebetulnya sistem QN mirip dengan bisnis dengan skema piramid yang dilarang di beberapa negara.

Beberapa promotor Skema Piramida berusaha membuat skema yang kelihatan mirip dengan metode penjualan berjenjang (MLM). Penjualan berjenjang adalah suatu sistem bisnis yang legal dan menggunakan jaringan mitra usaha mandiri untuk menjual produk-produk langsung kepada konsumen.

Agar kelihatan seperti perusahaan penjualan berjenjang, Skema Piramida menyediakan serangkaian produk yang dinyatakan sebagai produk jualan untuk dipasarkan langsung kepada konsumen.

Namun demikian, pada kenyataannya hampir tidak ada usaha sama sekali untuk memasarkan produk-produk tersebut pada konsumen. Sebaliknya, penghasilan diciptakan berdasarkan perekrutan anggota-anggota baru. Juga para mitra usaha baru dipaksa untuk membeli sebanyak mungkin produk yang bernilai besar pada saat mengisi formulir peserta.

Piramida yang paling tersamar tidak terlalu mudah dibongkar kedoknya. Skema Piramida sering memilih produk-produk yang biaya produksinya murah namun tidak memiliki nilai di pasaran, seperti produk-produk ajaib hasil penemuan baru, pengobatan eksotik dan sebagainya. Dengan demikian sulit dijelaskan apakah produk-produk seperti itu benar-benar memiliki pangsa pasar.

Dalam usahanya merekrut anggota baru, para anggota QN memiliki metode tersendiri. Karena tidak semua orang paham internet dan hal yang berhubungan dengan bank, maka dibentuk team yang mengurus pendaftaran member. Diantaranya Palapa (Madiun), Kalingga (Purwodadi), dan yang di Trenggalek ini bernama Amoeba team. Visinya adalah semua anggota akan mendapat keuntungan dan berhasil bersama. Untuk pendaftaran melalui team, uang yang harus dibayarkan lebih besar dari uang resmi pendaftaran. Selisihnya dikembalikan ke panitia (Sub) yang memberangkatkan calon member ke lokasi seminar (biaya operasional). Sayangnya, untuk biaya operasional tidak pernah diberitahukan di muka.
justify;">
Amoeba team memiliki semacam salam khusus. “ORA UMUM”. Kata ini merupakan bahasa jawa yang berarti ‘tidak umum/normal’. Jadi jangan kaget nanti setibanya disana, anda mendengar banyak orang yang berteriak ‘ORA UMUM.. ORA UMUMM!!’. Mereka bukan orang gila atau stress. Tapi ini adalah salam sekaligus pembangkit semangat para anggota team.
Spanduk dan umbul-umbul untuk memeriahkan suasana
Amoeba Team; "Ora Umum.."
Tim ini yang nantinya mempunyai tugas dan tanggungjawab terhadap perekrutan anggota baru. Tim ini juga nanti yang akan mengadakan seminar dan mendatangkan para pembicara anggota QN yang telah sukses untuk menjelaskan tentang keuntungan bergabung dengan QN. Yang hanya dalam hitungan bulan telah berhasil menghasilkan uang ratusan dolar. Yang memberikan kesaksian betapa mudahnya bergabung dengan QN. Usaha yang tidak sulit, cepat mendapat keuntungan, komisi dalam dolar US, dan seribu alasan lainnya mengapa anda harus bergabung dengan QN bila ingin menjadi orang sukses.

Disampaikan juga para anggota yang sukses tidak harus berpendidikan tinggi. Dari mulai tukang bakso, tukang loper koran, petani, calo, sampai preman. Semuanya bisa berhasil. Bahkan disebutkan bahwa orang yang pertama menerima komisi di daerah jawa tengah adalah seorang bisu. Dan jika seorang bisu saja bisa menjalankan bisnis ini dan berhasil, apalagi dengan anda. Pasti akan lebih berhasil.

Seperti seminar MLM pada umumnya. Semua ceita dan penjelasan mengerucut pada usaha untuk membujuk agar orang mau bergabung dengan bisnis terkait. Emosi dan perasaan akan diolah dan dimainkan melalui penampilan para pembicara ulung. Tidak kalah dengan motivator kondang Mario Teguh, semangat para peserta akan dibakar hingga berkobar-kobar. Motivasi akan diangkat sedemikian tinggi. Hingga peserta merasa mampu untuk melakukan apa saja. Mampu mengatasi segala kesulitan. Mampu untuk meraih sukses sebagaimana yang telah dicapai oleh para senior mereka. Bergabung dengan QN, dan kesuksesan pun pasti di capai. Tidak ada yang tidak mungkin. Kalau mereka bisa maka anda juga pasti bisa. Begitulah kira-kira dogma yang selalu ditancapkan di kepala para calon member.

Dan jika telah mencapai kondisi ini, maka peserta-pun berduyun-duyun bergabung dengan QN. Meski harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Meski harus menjual barang berharga. Meski harus menggadaikan BPKB dan surat tanah. Bahkan meskipun harus berhutang, mereka rela. Karena mereka yakin, setelah bergabung dengan QN. Uang yang mereka pakai untuk mendaftar pasti akan lekas kembali. Bahkan berikut keuntungan ratusan dolar amerika. Rumah bak istana, mobil mewah, pasti akan segera mereka miliki.

Dan sepertinya metode yang dijalankan Amoeba team Trenggalek ini berhasil. Apalagi jika sang calon baru pertama kali datang ke acara–acara seminar sejenis. Baru pertama kali mengenal usaha MLM. Saya melihat, setelah para calon anggota selesai mengikuti seminar (diprospek), mereka tampak sangat antusias untuk bergabung. Ditambah bujukan dan rayuan dari para rekan mereka yang telah bergabung lebih dulu. Mereka merasa optimis. Semangat. Seolah baru dilahirkan kembali menjadi orang lain. Bahkan ada juga yang katanya sampai tidak bisa tidur. Betul-betul metode perekrutan yang sangat terorganisir dan efektif.

Untuk bergabung dengan QN calon member wajib membeli satu macam produk. Produk yang ditawarkan meliputi Biodisc (di klaim memiliki fungsi kesehatan yang dapat memberikan energi positif), perhiasan, paket liburan, dan koin emas bergambar tokoh dunia. Minimal uang yang dibutuhkan untuk menjadi member QN sekitar 6,5 sampai 7 juta rupiah. Besar bukan??

Tentunya uang sebesar itu sangat menyulitkan terutama bagi orang-orang desa yang justru merupakan mayoritas ‘tamu’ yang datang ke Trenggalek. Oleh karena itu dalam presentasinya para pembicara tidak sungkan-sungkan untuk menyarankan pada peserta untuk nekat. “Ingin sukses harus nekat..”, katanya.
Dan jargon yang kerap didengung-dengungkan adalah UGD. Utang, Gadai, Doll (jual). Dan jargon ini selalu diteriak-teriakkan pada peserta.

Para peserta disarankan untuk mengutang, menggadaikan surat berharga, dan menjual apapun yang dimiliki untuk mendapatkan uang guna keperluan mendaftar. Bahkan salah satu pembicara menyarankan untuk menjual sapi agar dapat bergabung dengan QN.

Ck..ck.. Ketika mendengarnya saya sangat miris. Bagaimana mungkin mereka bisa tega menyarankan hal itu. Padahal mereka tau para peserta seminar adalah orang-orang desa. Para petani. Bukankah itu sama saja dengan menjual mata pencaharian mereka.

Belum lagi metode perekrutan yang digunakan menghalalkan modus penipuan. Tidak sedikit para calon anggota baru dibohongi agar bersedia ikut datang ke Trenggalek. Yang lebih parah, hal ini (berbohong) memang dianjurkan oleh para senior. Tadinya saya pikir berbohong hanyalah bentuk kreativitas para anggota untuk membujuk para calon anggota.

Para pembicara tim Amoeba memberikan beberapa kiat agar berhasil dalam merekrut anggota baru. Beberapa diantaranya adalah jangan pernah memberitahukan tentang QN kepada para calon anggota. Ajak mereka ke acara seminar dengan segala cara. Termasuk dengan mengatakan bahwa disana ada hal-hal yang menyenangkan. Jika calon anggota menyukai musik dangdut, katakan pada mereka bahwa di Trenggalek ada konser dangdut besar-besaran. Meskipun sesungguhnya tidak ada. Jadi gunakan segala cara agar mereka mau bersedia datang. Masalah cara, terserah. Berbohong-pun silahkan. Sehingga jangan heran bila ada orang-orang yang bersedia ikut ke Trenggalek meski tidak mengetahui tujuan keberangkatannya.

Saya berpikir kasihan sekali mereka yang datang dari tempat jauh. Dari luar daerah. Dari Jakarta. Dari sumatera, Kalimantan, Jember. Mereka datang dengan sejuta harapan karena iming-iming proyek besar menguntungkan. Tapi.. ternyata mereka hanya tidak lebih calon anggota yang akan diprospek untuk menjadi downline belaka.

Ya. Semua hal diatas saya alami sendiri. Betul!! Semuanya saya dengar dan lihat dengan mata kepala saya sendiri. Foto-foto di sini juga saya ambil sendiri dengan kamera digital yang kebetulan saya bawa. Bahkan saya memiliki video ketika salah seorang pembicara menyarankan untuk menjual sapi untuk mendapat uang guna pendaftaran.

UGD.. !! Utang Gadai Doll..!! Utang Gadai Doll!! Utang Gadai Doll!!..” teriak sang pembicara dengan penuh semangat.

Saya sebetulnya percaya kalau bisnis semacam ini, termasuk juga MLM, dapat menghasilkan keuntungan. Saya juga percaya banyak orang yang telah sukses melalui bisnis ini. Namun saya kurang menyukai bisnis seperti ini. Semua lebih karena prinsip.

Dalam setiap seminarnya, mereka selalu menunjukkan para anggota yang telah sukses. Lengkap dengan bukti cek pembayaran dan uang jutaan sebagi bukti nyata. Tapi tidak pernah disampaikan berapa persen orang yang berhasil dari sekian banyak orang yang telah mendaftar. Saya yakin. Mereka yang berhasil sangat sedikit dibanding yang tidak berhasil. Karena keberhasilan satu dua orang, harus mengorbankan banyak anggota yang lain. Jadi seolah senang diatas penderitaan orang lain. Itu yang membuat saya tidak tertarik.

Dan menurut saya. Keberhasilan usaha ini tidak seperti yang digembor-gemborkan selama ini. Coba pikirkan. Untuk mendapatkan keuntungan minimal saja ($ 250), seorang anggota wajib mempunyai 6 anggota baru. Jadi 1 banding 6. Dan jika 100 orang, harus terkumpul 600 orang anggota baru. Jika 1000, dperlukan 6000 anggota baru. Coba lihat. Perlu 6000 anggota baru. Itu hanya untuk mendapat komisi minimal saja. Saya yakin dari 6000 anggota baru, hanya 10 orang yang sukses dan menikmati komisi sampai ratusan juta. Hanya 10 orang dari 6000 orang. Hanya 0.167 %. Kecil sekali. Dan untuk merekrut dan membujuk orang ternyata tidak semudah kelihatannya, malah cenderung sulit.

Selain itu saya tidak suka dengan cara kerja sistem seperti ini. Menurut saya (dan agama saya), usaha yang baik adalah usaha yang melibatkan pembangunan fisik dan bermanfaat bagi rakyat banyak. Misalnya UKM, dagang, menjahit, dan sebaginya. Tidak hanya menguntungkan secara ekonomi bagi pengusaha, tapi produknya juga memberi manfaat pada konsumen dan orang banyak. Jelas disana ada perputaran uang. Sedangkan dalam sistem QN, uang hanya mengalir keatas. Keuntungan diperoleh dari uang pendaftaran para anggota baru. Bisnis ini tidak memberi manfaat bagi orang banyak kecuali bagi para anggota, itupun anggota yang sukses.
Note: Artikel ini saya buat berdasarkan pengalaman dan pendapat pribadi. Semua yang saya tulis adalah murni pendapat saya. Silahkan untuk setuju atau tidak setuju. Silahkan juga untuk memberi komentar dengan etika sopan santun yang baik. Mohon jangan gunakan kata-kata kotor dan tidak pantas. Terima kasih.


sumber : http://wahyuriyadi.blogspot.com/2008/10/menggapai-dolar-di-bumi-trenggalek.html?commentPage=2

Friday, May 17, 2013

ARTI WARNA FAVORIT KITA yang mencerminkan kepribadian






Biru
Jika kamu menyukai warna biru, maka kamu termasuk dalam
tipe pemurung, selalu menyenangkan dan selalu bertindak pasif dalam
segala hal. Mendambakan ketenangan dan ketentraman. Kamu selalu mendapat
kesulitan dalam pergaulan. Demikian pula dalam bercinta karena kamu
pintar dalam menyembunyikan perasaan.

Hijau
Warna
kesukaan kamu hijau, maka kamu adalah tipe yang sangat romantik,
menyukai keindahan, menyenangi alam dengan udara yang sejuk. Kamu adalah
seseorang yang selalu memegang prinsip. Dalam hal bercinta kamu
mengidam-idamkan calon teman hidup yang penuh toleransi dan dapat
dipercaya.

Kuning
Kesukaan kamu warna kuning menandakan
bahwa kamu memiliki sifat optimis. Kamu tipe periang dan senang
bergaul, tidak memiliki penampilan yang loyo. Sifat tolong-menolong
selalu ada dalam diri kamu, karena menolong merupakan suatu kewajiban
mutlak bagi kamu. Kamu orang yang tidak pernah meremehkan siapapun juga,
walaupun seseorang itu dungu atau bloon.

Ungu
Kalo
warna Ungu (Violet) menjadi warna favorit kamu maka kamu adalah tipe
yang benar-benar luar biasa. Dalam menghadapi masa depan kamu tidak
pernah ragu-ragu, apa yang dikerjakan kamu adalah yang terbaik. Kamu
pandai benar dalam mengikuti perkembangan jaman. Dalam bercinta, hanya
merekalah yang kuat mental yang bisa mendekati dan menjadi kekasih kamu.

Putih
Jika
kamu menyukai warna putih, maka kamu adalah orang yang dilahirkan ke
dunia dengan sempurna, banyak orang mengagumi kamu karena sifat angun,
sifat idealis dan moral kamu yang teramat tinggi. Tak pernah angkuh,
senang menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan kamu.

Hitam

Kamu
termasuk tipe orang yang sangat lincah dalam hal-hal tertentu saja.
Kalo kamu berada dilingkungan yang tidak disukai, maka kamu akan menjadi
murung. Kamu selalu tampil menarik, rapi, cukup banyak lawan jenis
berusaha mengejar dan merebut cinta kamu.

Merah

Kamu
termasuk tipe yang sangat berwibawa dan juga senang mengayomi teman yang
lemah. Walau sering kali bergaul dan bercanda tapi kamu bisa menahan
diri. Banyak orang mengatakan cinta, tapi kamu selalu berpikir dan
berpikir lagi. Kamu termasuk tipe yang sulit jatuh cinta.

Sumber ARTI WARNA FAVORIT KITA yang mencerminkan kepribadian ~ Terbaca.com - Gambar Foto Paling Unik Aneh Lucu Gokil Kocak Keren Terbaik di Dunia

Tuesday, May 7, 2013

Ikan Marlin (Ikan Todak)


Todak (Xiphias gladius) atau adalah sejenis ikan laut yang rahang atas dan moncongnya memanjang berbentuk seperti pedang pipih dan kuat, berukuran hampir sepertiga panjang badan ikan tersebut. Tubuh ikan todak panjang membulat dapat mencapai 2 - 4,6 m dan dapat berbobot hingga 650 kg. Kulitnya licin tidak bersisik, bagian atas tubuhnya berwarna keunguan atau kebiruan dan bagian bawah tubuhnya keperakan. Banyak terdapat di perairan tropis dan perairan iklim sedang.
Ikan todak satu-satunya anggota famili Xiphiidae.


Nama ilmiahnya berasal dari paruhnya yang panjang dan tajam menyerupai pedang (Latin gladius) atau tombak. Pedang tersebut bersama dengan bentuk tubuh yang melancip memungkinkan ikan todak menyibak air dengan mudah dan lincah. Berlawanan dengan kepercayaan, pedangnya itu tidak dipakai menombak, melainkan untuk memukul untuk melukai mangsanya, untuk membuat mangsa tersebut mudah ditangkap. Untuk menangkap mangsanya, ikan todak sangat bergantung pada kecepatannya yang dapat mencapai 80 kilometer per jam serta kelincahan dalam air.Ikan ini pun di juluki ikan tercepat di laut. Satu penggunaan untuk pertahanan yang mungkin dari pedangnya adalah melindungi dirinya dari pemangsa alaminya yang sedikit. Hiu mako sirip-pendek adalah salah satu binatang laut jarang yang cukup besar dan cepat untuk mengejar dan membunuh seekor ikan todak, namun hiu itu tidak selalu menang. Kadang-kadang, saat berjuang melawan seekor hiu, seekor ikan todak dapat membunuh hiu tersebut dengan menusuknya di insang atau perut.


Todak betina lebih besar dari yang jantan, dengan jantan yang lebih berat dari 135 kg jarang ditemukan. Ikan todak betina dewasa pada umur 4-5 tahun di Pasifik barat-laut sementara jantan dewasa sekitar umur 3 sampai 4 tahun. Di Pasifik Utara, pemijahan berkelompok terjadi di air yang lebih hangat daripada 24 °C dari bulan Maret hingga Juli dan sepanjang tahun di Pasifik katulistiwa. Ikan todak dewasa mencari makan yang berupa ikan pelagis seperti tuna kecil, lemadang, barakuda, dan ikan terbang, makarel, dan juga spesies bentik seperti hake dan rockfish. Jika ada, cumi-cumi juga mangsa yang penting. Ikan todak dewasa dianggap memiliki sedikit pemangsa, sedangkan ikan todak muda sangat rentan dimangsa oleh ikan pelagis besar.


Ikan todak bukan ikan yang hidup berkelompok. Mereka berenang sendirian dan dalam pengelompokan yang berjauhan, terpisah sekitar 10 meter dari ikan todak tetangganya. Mereka sering ditemukan berjemur di permukaan, mengudarakan sirip punggung pertamanya. Penumpang kapal melaporkan hal ini sebagai pemandangan indah, seperti lompatan kuatnya yang membuat spesies ini dikenal. Lompatan ini oleh beberapa peneliti dianggap untuk melepaskan hama, seperti remora atau lamprey. Lompatan itu juga bisa menjadi cara ikan todak makan di permukaan dengan mengejutkan ikan kecil saat todak itu melompat dari air, membuat ikan kecil tersebut lebih mudah ditangkap untuk dimakan.Meskipun ikan todak termasuk hewan berdarah dingin, mereka mempunyai organ khusus dekat mata untuk menghangatkan mata dan juga otak mereka. Suhu 10 sampai 15 °C di atas suhu air sekitarnya telah diukur. Pemanasan mata meningkatkan penglihatannya, dan meningkatkan kemampuannya dalam menagkap mangsa. Dari lebih dari 25.000 spesies ikan bertulang sejati, hanya 22 yang diketahui mampu menghangatkan bagian tubuh tertentu di atas suhu air sekitarnya. Di antara ikan-ikan tersebut adalah ikan todak, marlin dan tuna.


Ikan todak makan setiap hari, seringkali pada malam hari saat mereka naik ke permukan dan air dekat permukaan untuk mencari ikan yang lebih kecil. Mereka telah diaamati bergerak melewati sekawanan ikan, menebaskan pedangnya untuk membunuh atau mengejutkan mangsanya. Di Atlantik Utara bagian barat, cumi-cumi merupakan makanannya yang populer. Ikan seperti menhaden, makerel, bluefish, silver hake, butterfish, dan hering juga merupakan makanan ikan todak.




sumber
http://nagisaariari.blogspot.com/2010_12_01_archive.html

Monday, May 6, 2013

Dusta Terapi Ear Candling (Bahaya terapi lilin)



Ear candling. Lilin yang digunakan adalah lilin berbentuk tabung berdiameter kecil, yang telah direndam dalam beeswax atau parafin dan dibiarkan hingga mengeras. Sesuai namanya, terapi ini dilakukan dengan menyalakan lilin khusus yang diletakkan di liang telinga. Tentu saja 'pasien' harus berbaring miring ke satu sisi, sementara 'terapis' menyalakan lilin dan membiarkannya terbakar selama beberapa menit.
Prosedur ear candling

Lilin dinyalakan. Lilin yang terbakar akan 'dijaga', dengan menggunakan semacam tusuk gigi untuk mempertahankan agar lubang di puncak lilin selalu terbuka selama proses berlangsung. Setelah lilin dimatikan dan disingkirkan, sebungkah kapas padat digunakan untuk membersihkan kotoran telinga yang nampak, dan seringkali diperoleh 'minyak telinga' (ear oil).

Beberapa praktisi meletakkan lilin yang masih panas itu di dalam semangkuk air, dan mengklaim bahwa semua yang ada di dalamnya -yang bukan beeswax- adalah kotoran telinga, kulit mati, residu obat, atau 'peninggalan' infeksi ragi di waktu lalu (yang kesemuanya belum ada buktinya).

Prosedur terapi ini mestinya menciptakan kehampaan ringan (hampa dalam artian tekanan udara di bawah tekanan udara atmosferik/ruang), yang dapat menarik kotoran telinga (earwax, cerumen) keluar dari liangnya.
Apa yang diklaim?

Sesuai yang saya lihat di televisi, terapi ini mengklaim mampu melakukan sesuatu pada sinus, membersihkan kotoran, melegakan, dan mengurangi sakitnya. Katanya pula, penderita sinusitis rongga hidungnya basah (??), dan terapi ini dapat membuka salurannya.

Terus terang saya kurang mengerti. Ya kata-katanya, ya klaimnya. Mungkin ini karena reporternya (yang menjalani terapi) yang bercerita, bukan terapisnya.

Beberapa pendukungnya mengklaim bahwa pengotor (impurities) dapat disingkirkan dari telinga bagian dalam, sinus fasial (rongga sinus di daerah wajah), atau bahkan otak (hah?!), yang kesemuanya entah bagaimana terhubung ke liang telinga.

He? Ada kanal dari otak saya ke telinga? Astaga. Mungkin saya jangan terlalu keras belajar, menjadi pintar, dan berotak encer. Nanti malah meleleh ke luar dan saya rugi. Ups. Maaf. Hiperbolik.

Dia mengatakan bahwa candling akan menyingkirkan ragi dan membersihkan sinus. Dia juga bilang, khususnya jika kita hidup di lingkungan perkotaan, candling akan membantu mengeluarkan banyak kotoran dan polutan yang dapat terakumulasi di dalam telinga. [Testimony of an injured victim]

Hampir semua paket pengarahan mengindikasikan bahwa telinga akan terasa hangat (tidak panas) dan pengalaman ini akan menenangkan, bahkan bagi jiwa.
Uji skeptis

Berikut adalah kutipan dari artikel tentang ear candling di Quackwatch:

Suatu pameran menggelar ear candling seharga $30. Orang-orang yang 'menjual' ini berkata bahwa pengisapan oleh lilin dapat 'menjernihkan pikiran dan sinus'. Saya bertanya-tanya untuk memastikan bahwa mereka benar-benar memaksudkan penjernihan tersebut secara literal, bahwa telinga adalah sebuah bukaan dari otak dan sinus. Seorang perempuan yang menjadi pelaksana menyatakan, "(Terapi ini) membersihkan seluruh kepala, otak, dan semuanya - mereka semua terhubung, kau tahu".

Candling dilakukan di meja depan kios, sehingga wajah-ingin-tahu orang yang menjalani 'terapi', yang telinganya ditancap lilin menyala, menarik perhatian banyak pengunjung. Selama proses berlangsung, campuran keabuan dari gumpalan dan lelehan wax dikumpulkan dalam sebuah piringan yang diletakkan di bawah lilin.

Campuran tersebut tidak tampak seperti lelehan lilin, namun tampilannya tampak meragukan. Pelanggan diberitahu bahwa campuran itu adalah pengotor yang telah disingkirkan. Dan banyak di antara mereka yang memamerkannya dengan bangga, membandingkan antara miliknya dan milik orang lain, serta memberikan komentar yang meyakinkan.

Untuk menguji ini, Rebecca Long, presiden Georgia Council Against Health Fraud, mencobanya di rumah usai menonton pertunjukan tersebut. Dengan bantuan seorang teman, arahan dari kemasan diikuti dengan cermat.

Ia temukan bahwa candling menghasilkan suara berdesis, yang mirip dengan suara kelomang yang didekatkan ke telinga, namun jauh lebih keras. Namun udara di dalam telinganya menjadi terlalu panas sehingga ia harus menghentikan percobaan.

Selanjutnya, dilakukanlah sebuah percobaan sederhana lainnya: membandingkan hasil kerja ear candling dengan dan tanpa telinga. Dua penyelidik menguji lilin untuk melihat apakah wax yang terkumpul setelah pembakaran seluruhnya berasal dari lilin atau juga mengandung wax yang keluar dari telinga.

Untuk melakukan ini, mereka membakar lilin dan menempatkan ujungnya: (a) di dalam liang telinga, (b) di luar liang telinga, sedemikian rupa sehingga wax yang menetes akan tertampung dalam semangkuk air, dan (c) di dalam liang telinga namun dengan tube penghalang, sedemikian sehingga memungkinkan kotoran telinga bergerak ke dalam tube namun menghalangi wax lilin bergerak turun (ke dalam liang telinga).

Uji ini memberi hasil bahwa semua residu yang terbentuk berasal dari lilin dan tidak ada kotoran telinga yang dikeluarkan.
Ear candling's not working, my dear!

Karena wax bersifat lengket, tekanan negatif (vakum) yang diperlukan untuk menariknya ke luar rongga telinga haruslah sedemikian kuat sehingga dapat merusak gendang telinga pada prosesnya. Bagaimanapun, ternyata prosedur candling bahkan tidak menghasilkan kondisi vakum.

Peneliti yang mengukur tekanan menemukan bahwa tidak tercipta tekanan negatif selama proses candling terhadap relawan. Penyelidik yang sama telah melakukan candling selama 8 tahun dan menemukan bahwa tidak ada kotoran telinga yang dikeluarkan, dan wax lilin justru menumpuk di dalam telinga(!).

Pernyataan bahwa liang telinga terhubung ke struktur di dalam gendang telinga adalah palsu. Liang luar telinga, beserta gendang telinga di dalamnya, tidak terhubung ke otak, sinus (yang menjadi target 'terapi'), ataupun saluran Eustachia (kanal antara telinga tengah dan bagian belakang kerongkongan).

Ada klaim yang menyebutkan bahwa gendang telinga berpori dan dapat melewatkan pengotor dengan cepat. Ini tidak benar. Pengotor yang terdapat di wax yang terkumpul tak lebih dari abu/sisa dari pembakaran lilin dan kerucut penyangganya.
Bahaya ear candling

Candling berisiko terhadap beberapa bahaya, dan yang paling serius adalah terbakar oleh lilin panas. Pembuat lilin mengklaim bahwa lilin mereka hanya akan menetes di bagian luar telinga. Dan anda bisa berkomentar bahwa itu merupakan kecerobohan praktisinya.

Tentu saja ada cara untuk menghindari masuknya tetesan lilin cair ke dalam telinga: posisikan lilin dalam keadaan mendatar. Tapi saran dari produsen ini terdengar konyol. Bagaimana bisa tercipta suasana vakum? Lilin yang mendatar tidak dapat menutup rapat liang telinga pasien yang sedang berbaring miring ke satu sisi.

Sebuah pendataan pada tahun 1996 terhadap 144 dokter THT menemukan bahwa 14 di antaranya didatangi oleh pasien yang terluka oleh 'terapi' lilin ini. Termasuk -setidaknya- 13 kasus luka bakar luar, 7 kasus liang telinga yang tersumbat lelehan lilin, dan 1 kasus gendang telinga yang rusak (bolong, perforated).

Dilaporkan oleh The London Free Press, harian Kanada. Seorang perempuan yang mengalami penyumbatan di hidung dan sakit telinga saat melakukan scuba diving pergi ke sebuah toko 'makanan kesehatan' dan dirujuk ke seorang praktisi candling yang 'diakui'.

Selama 'perawatan', ia merasakan sensasi terbakar yang kuat di telinganya. Di ruang rawat gawat darurat, usaha untuk menyingkirkan tetesan wax yang menempel di gendang telinganya mengalami kegagalan. Operasi dilakukan, dan ditemukan sebuah lubang di gendang telinganya, yang kemungkinan besar terjadi akibat candling.

Untungnya, perempuan tersebut pulih secara penuh dan pendengarannya normal kembali. Praktisi ear candling tersebut meminta maaf, memberikan kompensasi, dan berhenti melakukan praktik ear candling.

Sebagai penutup, inilah penjelasan dari Sandra Yemm, seorang praktisi ear candling, ketika ditanyakan tentang kasus rusaknya gendang telinga yang saya sebutkan tadi: Ear candling doesn't remove the wax from one's ears. But she says that's not the point: "It doesn't matter whether it's being removed or not because you're going to get some harmony through the changing of the energies and perhaps that's all that's needed."

Very funny. Where do you perform the on-stage joke, ma'am?

Sumber:
  • Ear candling on skeptic's dictionary. Pertanyakan sebelum percaya.
  • Why ear candling is not a good idea. Ya, mengapa? Dua jawabannya diberikan oleh 'pasien' yang pernah melakukannya. Cukup untuk membuat anda berpikir dua kali sebelum mencoba.
  • The lowdown on ear candling, halaman 1 dan 2. Tidak hanya tak-efektif, tapi juga dapat melukai.
  • Ear candling. Sebuah percobaan yang menyertakan gambar-gambar dokumentasi.
  • Beware of the ear candle! dan a cautionary tale.
  • The ear wax FAQ. Ear candling exposed. Keduanya disusun oleh dr. Hoffman di bawah titel Medical Consumer's Advocate. Just because it's 'alternative', it isn't necessarily good!
  • Ear candling: Conflicting informations, confused consumers. Dari Healthy Hearing.

Keeping ears clean. Bagaimana cara terbaik membersihkan telinga. Wajib baca.

Wednesday, May 1, 2013

PSHT(1922) & STK(1903)


Sejarah SH Terate dan Sh Tunas Muda Winongo

SH Terate adalah perguruan silat legendaris yang berperan menyebarkan pencak silat ke berbagai daerah (bahkan manca negara). Di pusatnya, Madiun, terdapat ribuan pendekar SH terate yang tersebar sampai pelosok-pelosok kampung. Bagi pemuda-pemuda di daerah Madiun, menjadi anggota SH terate adalah tradisi yang mereka laksanakan secara turun temurun. Bahkan banyak keluarga yang dari Kakek buyut sampe cicit, semua adalah anggota PS SH Terate. Hal ini membuat SH Terate sebagai organisasi, cukup disegani di kawasan Madiun karena memiliki massa yang sangat besar.

Sayang, di Madiun sering terjadi perkelahian massal antara anggota SH Terate dan anggota SH Tunas Muda (Winongo). Sebenarnya pendiri kedua perguruan silat tersebut berasal dari perguruan yang sama. Menurut hikayat, asal muasal pencak silat di Madiun adalah dari seorang pendekar bernama Suro (Mbah Suro). Konon, sewaktu masih sangat muda Mbah Suro ini adalah salah satu prajurit tangguh yang dimiliki Pangeran Diponegoro. Setelah Pangeran Diponegoro kalah dari Belanda, mbah Suro melarikan diri ke Madiun, dan mendirikan sebuah perguruan silat sendiri.

Perguruan silat ini kemudian berkembang cukup pesat. Mbah Suro memiliki banyak sekali murid. Namun diantara sekian ratus muridnya, ada dua yang paling menonjol. Yang satu kemudian mendirikan perguruan silat sendiri di daerah Winongo Madiun, dan kemudian di kemudian hari menjelma menjadi SH Tunas Muda. Sementara yang satunya meneruskan perguruan silat mbah Suro dan kemudian menjelma menjadi SH Terate.

Awalnya, kedua perguruan tersebut saling berdampingan dengan damai satu sama lain. SH Winongo memiliki pengaruh di daerah madiun kota, sementara SH Terate mengakar di daerah madiun pinggir/pedesaan. Benih perpecahan dimulai ketika antara tahun 1945-1965 an, banyak pendekar SH Winongo yang berafiliasi dengan PKI. SH Terate yang menganggap ilmu SH (Setia Hati) yang diturunkan oleh mbah Suro merupakan ilmu yang berbasis ajaran Islam, merasa SH Winongo mulai keluar dari jalur tersebut.

Perselisihan semakin menjadi-jadi antara tahun 1963-1967, dimana banyak pendekar dari kedua perguruan yang terlibat bentrok fisik dalam peristiwa-peristiwa politik. Meski banyak anggotanya yang berafiliasi kiri, namun secara organisasi SH Winongo tidak terlibat dalam aktivitas kekirian tersebut. Hal inilah yang kemudian menyelamatkan perguruan silat ini dari pembubaran oleh pemerintah.

Setelah masa pembersihan anggota PKI yang berlangsung antara tahun 1967-1971 di daerah Madiun, SH Winongo sedikit demi sedikit mulai kehilangan pamornya. Puncaknya, pada era 1980-an bisa dikatakan perguruan silat ini dalam keadaan mati suri. Konon, banyak pendekar SH Terate yang berperan sebagai eksekutor para anggota PKI (termasuk beberapa pendekar SH Winongo yang terlibat PKI) di kawasan Madiun. Hal inilah yang kemungkinan memicu dendam pendekar SH Winongo yang non-PKI tapi merasa memiliki solidaritas pada kawan-kawannya yang dieksekusi tersebut.

Entah kebetulan atau tidak, seiring dengan munculnya PDI sebagai kekuatan politik yang cukup kuat pada era 1990-an, pamor SH Winongo sedikit demi sedikit mulai naik kembali. Banyak pemuda dari kawasan perkotaan Madiun yang masuk menjadi anggota SH Winongo. Madiun kota sendiri merupakan basis PDI yang cukup kuat. Sementara Madiun kabupaten merupakan basis NU dan Muhammadiyah. Banyak yang mengatakan bahwa situasi tersebut mirip dengan situasi di zaman ’60-an, dimana PKI berkuasa di Madiun kota dan NU berkuasa di Madiun Kabupaten.

Seiring dengan perkembangan tersebut, mulai sering terjadi perkelahian antar pendekar di berbagai pelosok Madiun. Perkelahian yang juga melibatkan senjata tajam tersebut tak jarang berakhir dengan kematian salah satu pihak. Pada waktu itu, Madiun bagaikan warzone para pendekar silat (termasuk dengan senjata tajam dan senjata lainnya). Di berbagai sudut kota dan kampung terdapat grafiti yang menunjukkan identitas kelompok pendekar yang menguasai kawasan tersebut. Pendekar SH Terate menggunakan istilah SHT (Setia Hati Terate) atau TRD (Terate Raja Duel) untuk menandai basisnya. Sementara SH Winongo menggunakan istilah STK, yang kemudian diplesetkan menjadi “Sisa Tentara Komunis”, untuk menandai kawasan mereka.

Pada kurun waktu 1990-2000, STK mengalami perkembangan jumlah anggota yang sangat pesat. Desa Winongo sebagai markas besar mereka, pada awalnya masih mudah diserang oleh pendekar SHT dari wilayah tetangga. Namun karena kekuatan mereka yang semakin besar membuat Winongo menjadi untouchable area. Hampir seluruh pemuda dan lelaki di desa ini menjadi anggota STK yang militan, sehingga penyerbuan SHT ke wilayah ini menjadi semakin sulit dilakukan.

STK menggunakan taktik populis dalam merekrut anggota baru. Mereka masuk ke SMP dan SMU di kota Madiun dan menawarkan status pendekar secara instan kepada pemuda-pemuda yang mau bergabung. Sementara untuk meraih status pendekar di SHT, persyaratannya cukup berat dan memakan waktu cukup lama. Tawaran menjadi pendekar instan tersebut tentu saja mendapat sambutan yang besar dari para pemuda yang belum mengetahui esensi sebenarnya sebuah panggilan “pendekar”. Di Madiun, menjadi pendekar adalah sebuah kehormatan yang diimpi-impikan para pemuda. Predikat pendekar menjadi sangat elit karena harus dicapai dengan susah payah. Seorang Pendekar dipastikan memiliki kemampuan silat dan fisik yang prima, serta pemahaman agama yang dalam.

Akibat taktik populis yang dilakukan STK, kode etik pertarungan antar pendekar yang selama ini terjaga, sedikit demi sedikit mulai pudar. Anak-anak muda yang naif (pendekar instan) mulai menggunakan cara-cara yang kurang etis dalam berkelahi. Misalnya mereka mengeroyok lawan, menculik lawan di rumah, tawuran (lempar-lemparan batu), menyerang dari belakang, dan cara-cara yang tidak terhormat lainnya. Awalnya pendekar-pendekar SHT yang memegang teguh kode etik pertarungan pencak silat, masih berupaya sabar. Namun, akhirnya mereka kehilangan kesabaran setelah korban di pihak mereka mulai berjatuhan.

Tercatat, terjadi beberapa kali pertarungan yang memakan korban jiwa akibat tindakan yang tidak sportif. Pernah terjadi kasus dimana dua orang pendekar yang sedang berboncengan sepeda ontel, di tebas dari belakang oleh lawan bersepeda motor dengan menggunakan clurit. Kemudian ada juga kasus seorang pendekar yang sedang menggarap sawah, ditebas dari belakang oleh lawannya dengan menggunakan pacul.

Kejadian-kejadian tersebut merupakan gambaran betapa etika pertarungan sportif satu lawan satu yang selama ini dipegang erat oleh para pendekar, mulai pudar.

Cikal bakal dua perguruan silat terbesar di Madiun, SH Terate dan SH Winongo, adalah sebuah perguruan pencak silat puritan bernama SH Putih. SH Putih didirikan oleh seorang pendekar silat bernama Mbah Suro pada tahun 1903. Mbah Suro adalah seorang pengembara, dia telah melanglang buana sampai ke Tiongkok dan India untuk mempelajari berbagai ilmu bela diri.

Setelah merasa cukup ilmu, Mbah Suro pulang ke tanah kelahirannya, dan mendirikan sebuah perguruan pencak silat tanpa nama. Berdasarkan ilmu yang didapatkannya selama mengembara, ia mengembangkan jurus-jurus silat baru yang kemudian membawa pembaharuan dalam ilmu beladiri asli nusantara ini.

Setelah Mbah Suro meninggal pada tahun 1923, terdapat dua orang muridnya yang berebut pengaruh untuk menjadi pimpinan perguruan silat tersebut. Perebutan ini kemudian berakibat pada terpecahnya mereka ke dalam dua kubu. Kubu pertama kemudian mendirikan perguruan silat baru bernama Setia Hati Winongo (Kenanga), dan kubu yang lain mendirikan Setia Hati Terate (Teratai). Perebutan tersebut akhirnya tereskalasi menjadi konflik terbuka, ketika masing-masing perguruan tersebut sudah memiliki banyak pengikut. Konflik masih terus terjadi sampai hari ini, dengan dinamika yang berbeda, sesuai dengan perkembangan jaman.

Sementara, SH Putih kemudian menutup diri karena tidak mau terlibat dalam perseteruan antara keduanya. Sampai saat ini SH Putih masih ada, dan yang diperbolehkan menjadi murid di perguruan silat ini hanyalah anggota keluarga dan keturunan Mbah Suro saja. SH Putih menjadi semacam dewan guru besar, untuk menentukan apakah seorang pendekar dari SH Winongo dan SH Terate yang telah mencapai level tertinggi bisa naik tingkat atau tidak (dalam karate istilahnya DAN I, DAN II, dst, untuk sabuk hitam). Saat ini pendekar dengan tingkat tertinggi (Tingkat III) masih dipegang oleh pendekar dari SH Winongo. Sementara dari SH Terate belum ada (Paling tinggi Tingkat II).

Antara SH Winongo dengan SH Terate menganut prosedur yang berbeda dalam penetapan seorang murid menjadi “WARGA”. Di SH Winongo, seorang murid yang baru masuk, harus segera disahkan sebagai “WARGA” agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas lagi. Sementara di SH Terate, untuk menjadi “WARGA” seorang murid harus menjalani proses yang panjang dan sangat keras. Seorang “WARGA” dalam filosofi SH Terate haruslah pendekar yang benar-benar telah memahami esensi dari ilmu pencak silat itu sendiri, terutama kegunaannya bagi masyarakat. Sehingga, sedikit sekali dalam satu angkatan, seorang murid SH Terate akhirnya dapat mencapai level menjadi “WARGA”.

2 Versi Sejarah Setia Hati


1.Persaudaraan Setia Hati Panti
Persaudaraan Setia Hati Panti itu sebutan bagi Persaudaraan Setia Hati yang berada di Panti (Rumah kediaman Ki.Ng. SOERO DIWIRJO pendiri Setia Hati ) Jl. Gajah Mada No. 14 selatan rel KA sebelah utara Kantor Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. Di Panti inilah seluruh saudara SH melaksanakan kegiatan ke SH an sesuai dengan pesan beliau (Pendiri SH) sebelum meninggal dunia. Sehingga seluruh ritual pengeceran saudara baru Tk 1 (Este trap), Tk 2 (Tweede trap) dan Derde trap (Tk 3) selalu diadakan di Panti, termasuk kegiatan Suran (bukan suran agung) juga dilaksanakan di Panti, bahkan pertemuan rutin setiap malam Jumat Kliwon, Jum’at Legi, & Sabtu Kliwon untuk membahas keilmuan SH selalu diadakan di Panti ini termasuk kegiatan Silat nya. Bagi Istri saudara SH juga diberi wadah pertemuan arisan setiap bulan sekali tepatnya hari minggu pertama untuk menjalin persaudaraan dan mengikat tali silaturahmi diantara saudara SH. Tentang alamat ini kadang orang rancu karena di desa Winongo ini ada dua Setia Hati yang seolah olah sama tapi sebenarnya sama sekali berbeda secara organisatoris maupun keilmuan (tidak ada hubungan sama sekali). Sesuai petunjuk saudara tertua kami (sebutan Ki.Ng. Soero Diwirjo di Panti) dan hasil musyawarah suran bahwa SH Panti tidak masuk IPSI tetapi masuk Paguyuban.

2.PERSAUDARAAN “ SETIA-HATI “ WINONGO TUNAS MUDA

Persaudaraan “ SETIA-HATI “ disingkat S-H didirikan pada tahun 1903 oleh almarhum Bapak Ki NGABEHI SOERODWIRJO dengan nama kecilnya MASDAN. Wafat pada tanggal 10 November 1944, dimakamkan di makam desa Winongo, Kota madya Madiun. Ibu SOERODWIRJO ( Ibu Sarijati ) wafat pada tanggal 6 April 1969 dimakamkan di desa Winongo juga.
Tujuan / sasaran“ S-H “ yang ditempuh adalah : Bela Negara, mengolah raga dan batin untuk mencapai keluhuran budi guna mendapatkan kesempurnaan hidup,kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dan bathin di dunia dan di akhirat,dengan jalan mengajarkan SILAT ( PENCAK SILAT ) sebagai olah raga atas dasar jiwa yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat pula,yaitu dengan meninggalkan semua yang menjadi larangan-larangan tuhan,dan melaksanakan semua perintah-perintahnya ( MENS SANA IN CORPORE SANO-AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR ).
Jelaslah bahwa ajaran ini adalah ajaran mulia,edi peni dan adi luhung.Oleh karena itu tidak mengherankan bagi kita bahwa segala bangsa dan semua agama dapat menerimanya, khususnya bangsa Indonesia.
Sejak tahun 1964, “ S-H “ mengalami kemunduran, tidak begitu aktif, hal ini disebabkan tidak lain karena keadaan juga, sebagian besar Saudara – saudara “ S-H “ sudah banyak yang lanjut usia ( tua ), ditambah dengan makin berkurangnya penerimaan Saudara baru. Banyak saudara “ S-H “ yang sudah sepuh satu per satu meninggal dunia, sedangkan yang masuk menjadi saudara “ S-H “, dapat dikatakan hampir tidak ada. Kalau keadaan yang demikian dibiarkan terus – menerus maka “ S-H “ lambat laun akan mengalami kepunahan.
Untuk menghindari hal tersebut serta untuk melestarikan ajaran yang edi – peni dan adi – luhung, maka pada tanggal 15 Oktober 1965, Kami ( Soewarno ) merasa terpanggil untuk bergerak ( mengaktifieer ) kegiatan – kegiatan “S-H “. Dengan serentak gerakan ini mendapat perhatian yang besar dari para pemuda dan dukungan yang kuat dari masyarakat, yang akhirnya berdaya guna untuk membantu HANKAM, serta ikut Memayu Hayuning Bawono ( memelihara dan membangun keselamatn Negara / Dunia ), membantu Negara / Pemerintah dalam bidang ketertiban dan keamanan.
Dengan meningkatkan latihan jasmani ( pencak-silat ) dan latiahn rokhani (iman dan taqwa kepada Tuhan), maka dapat diharapkan para pemuda kita sebagai generasi penerus akan menjadi kader bangsa yang militant yang sangat berguna bagi kepentingan Negara dan bangsa.
Latihan berarti juga membiasakan, kebiasaan inilah dapat disebut sebagai takdir yang kedua ( het gewoonte is de tweed natuur ). Kalau kita membiasakan baik, Tuhan akan menakdirkan kita baik. Memang segala permulaan itu adalah sukar ( alle begin is moeilijk ) terutama jalan yang menuju kepada kebaikan – kebaikan Syurga tentu banyak sekali rintangan – rintanganya, sebaliknya jalan yang menuju kepada kejahatan, kaemaksiatan, Neraka selalu terhias dengan bunga – bungaan yang serba indah dan harum ( de weg naar de hell is met bloemen geplafeit ). Oleh karena itu harus ditanamkan juga kepada para pemuda kita yaitu cinta kasih dan kasih saying. Sesama manusia harus dicintai sebagaimana mencintai pada diri sendiri ( heb uw naasten lief gelijik u zelven ) atau falsafah agama Hindu yang mengajarkan kesosialan yang tanpa batas yang berbunyi : TAT TWAM ASI ( ia adalah kamu ). Kalau di cubit merasa sakit jangan mencubit orang lain atau dalam bahasa jawanya adalah : KEMBANG TEPUS KAKI (yen dijiwit kroso loro ojo njiwit liyan ).
Bagi Tuhan semua manusia itu sama, yang berlainan hanya taqwanya kepada Tuhan dan yang lebih taqwa itulah yang akan banyak mendapat keridhaan Tuhan.
Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa wajib direalisasikan dengan amalyah, ibadah dan karya nyata dalam pembangunan. Membangun manusia Indonesia seutuhnya berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945. Maka wajib bagi setiap manusia Pancasilais yang membangun Indonesia ini meresapi, menghayati dan mengamalkan ketaqwaan dalam arti yang sebenarnya. Dalam perkembangan dunia ini. Tuhan senantiasa menjadikan waktu – waktu pada saat – saat yang bersejarah sejak zaman purba sampai akhir zaman. Sejarah itu merupakan guru dan suri tauladan bagi orang yang suka mengambil pelajaran dari padanya.
Kita ini khususnya para generasi muda sebagai generasi penerus harus pandai mangambil hikmah dari peristiwa bersejarah untuk dijadikan suri tauladan dalam berbuat dan bertindak.
Kepada para Tunas Muda “ S-H “, diajarkan pelajaran Pencak Silat yang berasal dari para pendekar terkenal ( sembilan orang pendekar ) dan yang terakhir dari Bapak Ki Ngabehi Soerodwirjo, Saudara Tertua dalam Persaudaraan “ SETIA – HATI “ Winongo (sebagaimana yang telah terurai pada Lampiran – Lampiran diatas).
Dengan metode yang demikian ini, maka seluruh pelajaran dengan mudah diserap oleh para Tunas – Tunas Muda Kita yang dapat berhasil dengan sukses.
Kita selalu berpedoman :
A. A sense of purpose and direction ( rasa tujuan dan tanggung jawab seorang Pemimpin yang mempunyai cita – cita )
B. Integriteit ( rasa setia Saudara )
Salah satu ikatan yang penting yang menghubungkan seorang Pemimpin dengan pengikut – pengikutnya ialah “ Rasa Percaya “.
Para pengikut seorang Pemimpin ingin mendapat keyakinan bahwa kepentingan mereka selalu dipikirkan dan diperjuangkan. Para pengikut ingin diyakinkan bahwa kata –kata yang diucapkan oleh Pemimpinnya dapat dipercaya dan bahwa mereka tidak usah takut akan ditinggal atau dikhianati dalam waktu menghadapi kesulitan – kesulitan. Dengan demikian antara yang dipikirkan dan apa yang dilakukan oleh Pemimpin haruslah ada Harmoni dan Kesatuan.
“ The greate man does not think before hand of his words that they may be greate. Not of his actions that they may be resolute, he simply speaks and does what is right “
Kita selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa segala sesuatu yang digariskan oleh Pemerintah selalu dapat kita kerjakan / laksanakan dengan sukses.

PEMBELOKAN SEJARAH TERJADI SH NO 1 YG MASIH AKTIF BAHKAN SAMPAI KINI DI BILANG TDK AKTIF DAN MENGALAMI KEMUNDURAN DI TAHUN 1964.

MENGAPA HARUS BEGITU SEUMPAMA MENDIRIKAN SH BARU KENAPA HARUS MENDOMPLENG SH LAMA / INDUK?

JAMAN SUDAH SEMAKIN MAJU PEMBELOKAN SEJARAH HARUS DI LURUSKAN AGAR TDK TERJADI KESALAH PAHAMAN DI KEMUDIAN HARI.

SILAKAN DI NILAI SENDIRI MANA SEJARAH YG BENAR TANPA ADA PAKSAAN